Cara perawatan
& cara menggunakan baterai notebook yang benar kadang2 bikin ribet
memang, kebetulan saya menemukan pertanyaan2 tsb di site lain, ditambah sedikit opini saya semoga cukup bermanfaat bagi temen2, ya .. minimal nambah informasi saja bagi yg masih awam.
1. Berapa lama baterai saya dapat bertahan?
Kemampuan
battery notebook akan menurun seiring waktu apakah Anda menggunakannya
atau tidak. Sekalipun industri battery Li-Ion tidak mempublikasikan
kenyataan ini, jam battery Anda mulai bergerak pada saat dirakit. Elemen
didalam battery akan bereaksi, dan lambat laun battery tersebut tidak
akan mampu mensuplai power yang cukup untuk notebook Anda. Sebagai
tambahan, battery Anda dirancang untuk bertahan antara 300-800 kali
siklus charge/recharge. Dan secara bertahap akan berkurang kemampuannya
untuk mensuplai daya ke notebook.
Secara umum, battery notebook
akan bertahan antara satu hingga tiga tahun. Anda mungkin bisa
memperlambat penurunan kemampuannya, tapi tidak bisa menghentikan
prosesnya. Suhu baterai, cara dan frekuensi pemakaian notebook akan
mempengaruhi panjang pendeknya usia baterai. Anda bisa memperlambat
proses ini dengan beberapa petunjuk pemeliharaan.
Suhu
Suhu rendah akan memperlambat proses discharge (kehilangan daya ketika
dipakai tanpa dihubungkan ke power listrik) dan proses penuaan dari
elemen didalam baterai. Sebaliknya, suhu tinggi akan memperpendek usia
baterai. Membiarkan baterai Anda terpasang ketika terhubung dengan power
listrik akan menyebabkan suhu didalam baterai meningkat. Melepas dan
menyimpan baterai pada suhu dingin akan memperlambat proses penuaan.
Membiarkan notebook pada lingkungan yang panas juga tidak baik untuk
baterai.
Pemakaian
Baterai Lithium-Ion yang digunakan didalam notebook dirancang untuk
dapat digunakan sekitar 300-800 kali siklus charge/discharge. Beberapa
siklus ini sudah digunakan ketika Anda membiarkan baterai terpasang
ketika notebook menggunakan daya power listrik. Pada saat terhubung
dengan power listrik, notebook akan secara rutin melepaskan baterai
ketika sudah mencapai level penge-charge-an tertentu (contoh: 95%).
Melepaskan battery dan menyimpannya dalam tempat yang kering dan dingin
akan melindungi beberapa siklus.
Kebiasaan pemakai
Battery Li-Ion tidak dipengaruhi oleh efek memori (=baterai perlu
dipakai sampai habis sama sekali sebelum diisi lagi untuk menghindari
penurunan kapasitas) seperti baterai isi ulang model lama. Pengulangan
siklus isi-pakai hingga habis akan meningkatkan hilangnya kapasitas
per-siklus. Beberapa kali ‘isi-pakai sebagian’ lebih baik daripada satu
kali ‘pakai habis’. Bagaimanapun, Anda juga harus mengkalibrasi baterai
secara rutin.
Saya
perjelas : baterai Li ion dalam pemakaiannya tidak boleh habis sekali
jadi minimal tersisa 10-20% baru dicharge lagi, juga jangan sering
overcharge karena bikin cepat ngedrop . Serta perlu diingat bahwa sekali
kita melakukan proses penge-charge-an itu berarti 1 siklus hidup
baterai tsb terpakai. Jadi bila tidak dalam kondisi sangat mendesak,
hindari penge-charge-an bila baterai masih terisi >40% .
2. Ketika terhubung dengan power listrik, sebaiknya dilepas atau terpasang?
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, jika:
a) Anda melepas beterai ketika terhubung dengan power listrik:
Pro: • Melindungi siklus isi ulang.
• Membiarkan baterai pada suhu rendah, sehingga memperlambat proses penuaan
Kontra: • Kehilangan fungsi backup dari baterai ketika power listrik mati.
• Data bisa hilang atau bahkan rusak jika tanpa fungsi backup power dari baterai.
• Perlu UPS (uninterruptible power supply) untuk menggantikan fungsi backup
b) Anda membiarkan baterai terpasang:
Pro: • Baterai berfungsi sebagai cadangan jika listrik tiba-tiba mati.
• Lebih mudah dan efisien untuk dibawa.
• Baterai tidak perlu waktu penghangatan (seperti jika disimpan dilemari es)
Kontra:
• Kehilangan sebagian siklus isi ulang.
• Suhu baterai meningkat dan mengakibatkan lebih cepat menurun kemampuannya.
Sekedar
tambahan info dari saya : Baterai yg selalu terpasang (*bila
overcharge) turut pula memicu overheat (panas berlebih) pada laptop,
yang dapat mengakibatkan kerusakan pada motherboard. Salah satu
indikasinya, yaitu bila digunakan dalam pemakaian lama meski tanpa
baterai, laptop cepat terasa panas.
Kalau masih dalam garansi, pura2 bego saja
bawa ke service center minta di cek lagi. Biasanya klo sudah ada tanda2 rusak, terlihat bila kita install ulang lagi via optical drive (CD/DVD) bukan via recovery windows yang sudah ada di factory default laptopnya.
3. Memperpanjang Usia Baterai
•
Kalibrasi baterai dengan ‘pakai habis’ setiap 30 kali pengisian untuk
menjaga akurasi elemen didalam baterai. Pakai notebook Anda hingga
baterai habis terpakai sebelum dicharge.
Caranya : charge baterai hingga penuh, lalu matikan laptop. (Hanya pake baterainya saja)
hidupkan kembali laptop dengan posisi safe mode & biarkan mati dgn
sendirinya. Lebih baik jangan sambil dipakai, hal ini untuk menjaga
komponen lain dari kerusakan.
•
Hindari pengulangan ‘pakai habis’ yang teratur. Baterai Li-Ion lebih
sedikit kehilangan kapasitas penyimpanan ketika dicharge sekalipun belum
habis pakai.
•
Lepas baterai dan simpan di tempat yang dingin dan kering. Level
pengisian optimum adalah 40% untuk penyimpanan yang panjang. Menyimpan
baterai dengan daya yang rendah akan menimbulkan kerusakan secara
permanen. Karena itu, biasanya ketika Anda membeli notebook baru,
baterainya sudah terisi sekitar seperempat hingga setengah.
•
Jika Anda menyimpan baterai di lemari es, gunakan kantong plastik yang
tertutup rapat untuk menghindari kelembaban. Biarkan baterai menghangat
pada suhu ruangan sebelum dipakai atau menge-charge-nya.
Note : penyimpanan dilemari es, bukan di freezer!
4. Perkiraan usia pemakaian baterai
Beberapa program mengklaim dapat memperkirakan usia pemakaian baterai. Tapi tentu saja ini sering tidak akurat.
Aplikasi yang teinstall pada notebook dapat memberikan hasil yang lebih akurat.
Coba lakukan beberapa tes singkat untuk mengetahui apakah baterai Anda
sudah ‘drop’ atau tidak. Charge/isi penuh baterai hingga 100%, kemudian,
gunakan untuk memutar VCD/DVD, sambil browsing di internet. Secara umum
untuk notebook baru, baterai akan bertahan sekitar 2 jam. Jika Anda
membeli notebook bekas, cara ini cukup dapat memberikan hasil yang
akurat. Jika sebentar saja meter baterai menunjukkan penurunan yang
signifikan, bisa dipastikan baterai notebook sudah tidak baik.
Pengalaman
saya : kalau baterai dipakai untuk nonton dvd dan kegiatan multimedia
sejenisnya, umumnya masa pakainya tidak sampe 2 jam mungkin berkisar
40-70 menit itupun tergantung jenis baterai yang terpasang. Baterai yg
sepaket dgn laptopnya umumnya kapasitasnya 4 cell & 6 cell, beberapa
ada yang 12 cell itupun jarang.
sebagai
ilustrasi : baterai 6 cell daya tahan untuk keperluan multimedia,
seperti nonton DVD & dengerin musik sktr 40-60 menit, klo dipake
normal (macam prog office dll) 1-2 jam.
Jenis
processor yang digunakan juga turut berperan, jika yang dipakai misal
processornya intel Pentium M 1.5 GHz ULV, ULV berarti processornya
menggunakan teknologi ultra low voltage.
Selain itu teknologi yang digunakan untuk penghematan energy juga turut berperan misal sony vaio dengan teknologi “stamina” dll.
4. Bisakah saya menggunakan battery dari merk lain jika pas dipasang?
Dan bisakah saya menggunakan battery generik?
Baterai
tiap laptop dipasang mikrochip yang dirancang khusus untuk memenuhi
spesifikasi yang diperlukan untuk laptop yang bersangkutan dan ini
berhubungan dengan aplikasi yang memantau pemakaian baterai. Sebagai
contoh, aplikasi dilaptop tertentu sudah diprogram untuk memberikan
peringatan baterai akan habis pada level tertentu dan mematikan laptop
secara otomatis pada level tertentu juga. Jika anda menggunakan baterai
merk lain, bisa jadi, setting tersebut tidak sesuai. Program tersebut
bisa tiba-tiba memerintahkan laptop untuk mati secara otomatis, karena
ketidaksesuaian antara program dan mikro chip didalam baterai.
Selain itu, baterai generik yang murah, seringkali tidak dibuat dengan
standar pengamanan yang baik. Sebaliknya baterai dari merk terkemuka
menggunakan komponen yang sudah teruji dan lulus dalam ujian keamanan.
Karena itu harga baterai original biasanya mahal, karena harus
menggunakan komponen yang mahal. Beberapa kejadian baterai generik tidak
berfungsi di laptop tertentu, karena aplikasi didalam laptop tersebut
sudah diprogram untuk menolak baterai generik untuk menghindari
pemakaian baterai yang berbahaya.
Memang ada beberapa orang
yang tidak mengalami masalah dengan baterai generik. Tetapi sebaiknya
Anda mempertimbangkan menghemat sedikit uang apakah sesuai dengan
potensi resiko yang akan dihadapi.
Banyak
kasus terjadi pada pemakaian baterai generik seperti baterai jadi
meleleh, meledak, mudah ngedrop dll. Namun bila anda tetap berniat
menggunakannya, cek kredibilitas dari produsennya dan lihat rekomendasi
dari konsumen yang “terpercaya” telah menggunakan baterai tsb. Saran
saya sih, mending pake yang original.
5. Beberapa petunjuk praktis:
• Panas adalah musuh Anda. Hindari untuk menaruh baterai Anda ditempat yang panas, seperti didalam mobil pada waktu siang hari.
• Pemakaian hingga habis tidak baik untuk baterai Li-Ion. Sebaiknya lakukan pengisian ulang ketika sudah mencapai level 10-20%.
•
Kalibrasi baterai Anda setiap 30 kali siklus pengisian. Biarkan baterai
habis terpakai, untuk menjaga agar penunjuk di laptop tetap akurat.
•
Jika Anda akan menggunakan power listrik dalam jangka waktu yang lama,
Anda bisa memperpanjang usia baterai dengan melepasnya dan menyimpannya
dalam tempat penyimpanan.
• Simpan
ditempat yang kering dan dingin dengan kondisi baterai terisi 40%.
Beberapa ahli menyarankan untuk menyimpannya di lemari es. Gunakan
kantong plastik yang tertutup rapat untuk menyingkirkan kelembaban.
•
Jangan masukkan kedalam freezer hingga menjadi beku.
Jika ingin dipakai lagi, biarkan terlebih dahulu untuk menghangat pada suhu ruangan sebelum dipakai lagi.
(Sumber: anugrah pratama)